Perawatan Tubuh Paska Melahirkan

Ibu saya pernah bilang, perawatan tubuh pada ibu yang baru melahirkan adalah perawatan yang sesungguhnya sebagai perempuan.

Bagaimana tidak, paska persalinan, hormon tubuh pada berlonjakan dan membuat kita menghasilkan lebih banyak keringat. Udah gitu, aromanya bisa aja kurang sedap. Buat Mommies yang melahirkan secara normal, vagina yang terus mengeluarkan darah nifas membanjir bikin nggak nyaman, lembab, dan amis-amis gimana gitu deh. Sama juga dengan yang melahirkan secara bedah sesar, bekas jahitan juga harus dirawat baik-baik dan dengan cara yang benar supaya tidak menimbulkan infeksi.

Katanya, kalo seorang perempuan lagi hamil, ia akan “mengeluarkan “ aura terang dan indah. Wajahnya akan senantiasa terlihat cantik dan bersinar-sinar. Pembawaannya juga selalu ceria dan hepi (kalo lagi nggak kena moodswing khas bumil sih, hehe).

Beda dengan ibu yang baru melahirkan. Auranya keruh kayak kopi tubruk. Mukanya kusut karena kebanyakan begadang, jalannya terhuyung-huyung karena bekas jahitan di perineum ataupun di perut masih basah dan terasa sakit. Belum lagi sisa lemak kehamilan yang menjuntai di sana-sini. Udah gitu bawaannya beteee melulu gara-gara kecapekan dan stres ngurusin bayi yang kerjaannya nangis doang.

Maka, banyak cara dilakukan untuk mengembalikan sinar indah seorang wanita paska melahirkan. Salah satunya adalah perawatan tubuh yang kayak ibu saya bilang. Dari yang simpel-simpel sampe yang ribet, bahkan plus mitos-mitos ajaibnya.

Continue reading

Postpartum Hair Loss

Memiliki anak benar-benar akan mengubah hidup seorang perempuan. Hari-hari terasa lebih bermakna dan penuh warna. Hati kita selalu terasa hangat setiap kali melihat bayi kita tidur lelap atau tersenyum dalam tidurnya. Prioritas hidup kita jadi bergeser, dan malaikat kecil itu menjadi faktor dominan dalam segala keputusan atau tindakan yang kita ambil. Ya, segalanya berubah.

Termasuk kondisi fisik si ibu baru. Spesifiknya lagi, masalah rambut.

Jadi ini pengalaman yang saya dapatkan saat baby Attar berusia tiga bulan. Tiba-tiba saya menyadari bahwa rambut saya rontok jauh lebih banyak dari biasanya, apalagi jika dibandingkan ketika saya masih hamil. Sebelumnya, hanya ada 1-2 lembar rambut yang jatuh jika saya menyisir. But after delivery, handfuls of hair coming out every time I wash my hair! Yaiks!

Continue reading