Telah Terbit! Buku “NewMom 911: Pertolongan Pertama Pada Mama Baru”!

Yaaassssss!!! Finally it’s heeeeereee! Muahahaha!

img_20161018_024423_1

Aduh maaf Umminya Attar ketawanya nggak behave :p Selain karena barusan aja merdeka udah ngelewatin badai tugas yang cukup ganas di semester ini, awal Oktober lalu buku Ummi berjudul “NewMom 911: Pertolongan Pertama Pada Mama Baru” sudah terbit, alhamdulillah. Buku ini adalah buku kedua yang murni Ummi susun sendiri. Selama hampir 10 tahun mengecer jasa tulis dan edit, beberapa buku sebenarnya sudah lahir dari tangan Ummi, cuman kebanyakan sebagai ghostwriter dan editor. Buku pertama Ummi berjudul “100 Resep Sehat Ibu Hamil, Masa Nifas, dan Menyusui“, terbit tahun 2012.

Continue reading

Mendaftarkan Anak ke PAUD di Victoria, Australia

 

Tak terasa sudah hampir setahun sejak pertama kali Ummi menjelajah internet untuk mencari informasi pendaftaran anak ke sekolah di Australia. Waktu itu usia Attar masih 4 tahun lebih sedikit, dan ketika dia tiba di Australia di semester 1 (Februari 2016), usianya sekitar 4,5 tahun. Berdasarkan penjenjangan dalam sistem pendidikan di Australia, usia segitu Attar masuk preschool/kindergarten alias selevel playgroup kalo di Indonesia, pokoknya yang sebelum level TK deh.

Petualangan  mencari preschool untuk Attar dimulai dengan browsing nama-nama preschool yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal. Pemerintah Australia menerapkan semacam sistem rayon begitu deh untuk pemilihan lokasi sekolah bagi anak. Maksudnya, anak akan mendaftar di sekolah-sekolah yang lokasinya sesuai dengan domisili; ini terutama untuk sekolah negeri. Kualitas dan sistem pengajaran setiap sekolah di manapun lokasinya kurang lebih sama saja, nggak ada yang namanya sekolah unggulan or semacamnya. Jadi, orangtua dan anak nggak perlu menempuh jarak jauh hanya untuk datang ke “sekolah favorit”. Nah, waktu itu kami belum memiliki tempat tinggal yang pasti, alias belom dapat akomodasi. Jadi nggak jelas-jelas amat sebenernya alamat kami mau di mana, hehe, dan si Ummi modal nekat aja buat nyariin sekolah buat Attar. Satu hal yang saya tahu pasti, Ummi sama Attar akan tinggal di daerah/suburb yang namanya Clayton, pokoknya deket-deketlah sama kampus Monash Uni Clayton. Sebenarnya lagi, kampus Ummi adalah di Monash Uni (cabang) Caulfield, sekitar 9-10 km dari Clayton. Tapi Ummi memilih untuk tinggal di Clayton karena pemukimannya lebih nyaman, ramah keluarga, dan tentu saja lebih murah. Toh, dari Clayton ke Caulfield bisa ditempuh menggunakan bus kampus Monash gratisan.

Ah, kembali ke urusan sekolah anak ya, oke.

Continue reading

Attar and Father’s Day

Earlier this month, Australian celebrated Father’s Day. Coming from a culture that don’t have such celebration, I wasn’t aware until I received notifications about Father’s Day Sale on my emails and shopping apps a week before, ahahah. What is good about Father’s Day, just like the other celebrations, is we can use that day to gather as a family and reconnect. We spend the day together, do favourite things we love doing with our dad: talk, walk, eat, play, and love our dad for some more.

imag1599

Attar’s tribute to Ayah🙂

Attar’s preschool celebrated it, too. The educators printed this colouring sheet with kind of form to fill in with everything about daddy. So the kids were asked to colour it, assisted by one educator who gave them questions about daddy and then the educator wrote down the answer on the sheet. I was so surprised given the fact almost all the things about Attar’s dad were correct. It made me realised that Attar can really communicate in English now, as he can understand what his educator say and the educator can comprehend his answers. It’s such a leap since I never deliberately teach him to speak in English and mainly use Indonesian language when we talk.

Continue reading

Selamat Ulang Tahun, Attar!

Ini posting telat banget, sumpe deh, dan maafkan Ummi karena membiarkannya terjadi, hiks.

imag1511

Kue Spiderman, sesuai pesenan Attar😀

Oke, jadi sekitar dua minggu lalu tepatnya tanggal 26 Agustus 2016, Attar tercintanya Ummi berulangtahun yang kelima. Kalau tahun lalu kue ulangtahunnya bergambar Batman, tahun ini Attar minta kue bertema Spiderman. Duh ini nggak boleh jadi kebiasaan deh, bisa-bisa Attar mengira setiap tahun harus ada kue ulangtahun bentuk ini-itu. Dulu Ummi yang memulai sih pesenin kue ulangtahun bentuk macem-macem begini (ahehe), abisnya lucuk :p

Nah, jadi ulangtahun ini berbeda dengan yang sebelumnya. Pertama, Attar sedang berada di Victoria, Australia, menemani Ummi kuliah. Kedua, ada acara ulangtahunan di rumah mengundang teman-teman Attar. Tapi sayangnya nggak ada Ayah karena Ayah masih di Indonesia😥 Meski demikian, Attar tetep happy di hari ulangtahunnya.

Continue reading

Manajemen Waktu bagi Student Mama

Mengurus dan mengasuh anak tidaklah pernah mudah, apalagi jika ditambah kuliah. Di luar negeri, sendiri tanpa suami. Tantangan yang selama ini dihadapi menjadi berlipat ganda.

Itulah yang terjadi pada saya dan Attar selama tiga bulan terakhir ini. Saya harus berangkat kuliah master duluan sementara suami akan menyusul sambil merampungkan persiapan kuliah doktor dan melunasi tanggung jawab pekerjaannya. Attar harus saya ajak serta, suami saya masih melakukan aktivitas penelitian dan sering bepergian keluar kota. Dengan kondisi itu, kami bingung harus menitipkan Attar di mana karena kami sama-sama perantau di Jogja. Tidak ada eyang-eyang yang bisa dimintain tolong mengasuh Attar barang 2-3 hari. Lagipula, saya rasanya tak kuat jika harus berpisah dari Attar, huhu. Maka jadilah saya dan Attar hijrah ke Australia, tepatnya negara bagian Victoria dan memulai kuliah saya di Master of Communications and Media Studies, Monash University.

Continue reading

A “Walk” to Remember: Traveling Keluar Negeri Bersama Balita (2)

~artikel sebelumnya di sini~

Perjalanan dari Jogja ke Denpasar, lancar jaya. Thanks to Garuda Indonesia Airlines yang naro layar buat nonton pilem dan ngegame di depan kursi. Mainan segambreng yang dibawa di koper pun tidak terjamah. Garuda juga udah biasa ngasih mainan buat anak-anak. Kemarin Attar dapat boneka harimau Sumatera. Koleksi Attar jadi nambah satu, sebelumnya udah punya boneka burung garuda. Sudah begitu, saat kami sudah mendarat dan mau keluar pesawat, Pak Pilot menawari Attar untuk masuk ke kokpit dan poto-poto. Yeay, seneng banget!

Penting memang kalo bepergian dengan anak-anak untuk nyari armada yang ramah ama anak dan ontime, jadi gak makin capek nunggu-nunggu. Tadinya ada rencana untuk nyari penerbangan low-budget biar murah, karena beasiswa LPDP cuman ngebayarin tiket buat awardee aja, keluarga yang ikut nggak dibayarin (walopun kelak di semester kedua, LPDP kasih living allowance buat keluarga, yeay! *goyang dumang*). Jadinya saya dan suami puter otak juga biar Attar bisa ikut terbang tapi biaya tiketnya nggak begitu besar. Tapi setelah dipikir-pikir, ini adalah penerbangan pertama kami berdua keluar negeri, jadi sebisa mungkin nyari yang nyaman buat saya dan Attar, yang pelayanannya profesional dan jelas. Akhirnya pilihan jatuh pada Garuda untuk connecting flight Jogja-Denpasar-Melbourne. Garuda emang direkomendasikan banget sama LPDP, biar duit kita balik lagi ke negara kita, begitu. Kami sendiri udah familiar bepergian pake Garuda di dalam negeri jadi udah kebayang luas kabin dan fasilitas ada saja yang didapat. Pilihan ini rasanya tidak salah karena Attar nyaman berada di kabin, dapet bonus poto-poto di kokpit pula!

Continue reading

A “Walk” to Remember: Traveling Keluar Negeri Bersama Balita (1)

Yap. Hai. Sudah lama sekali sejak postingan terakhir yaaa, hahaha. Sebenernya banyak banget yang pengen ditulis namun tidak ada kemauan haghaghag (blogger abal-abal).

Anyway, here I am. Mulai 13 Februari lalu saya pindah ke Melbourne untuk sekolah, tepatnya di Monash University (Melbourne rada minggir sih itu :p). Saya ambil kuliah S2 di bidang komunikasi dengan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, Kementerian Keuangan RI. Agak telat sih ambil S2 sekarang karena temen-temen seumuran saya udah pada ambil S3. But better late than never ya kan, abisan keinginan untuk belajar dan shaping my future menggunakan ilmu hasil S2 itu baru terbentuk 1.5 tahun terakhir mhehehe. Jangan ditanya kenapa di usia late 20s saya baru menemukan cita-cita yang membentuk nyata. Mamak galau dan geje memang.

Nah, jadi saya berangkat ke Melbourne ini cuman berduaan ama Attar, anak lelaki saya semata wayang. Suami akan menyusul insya Allah di bulan Juli, beliau akan kuliah S3 di universitas yang sama dengan saya. Saat ini beliau masih mempersiapkan S3-nya dan menyelesaikan beberapa kewajiban terkait dengan pekerjaan.

Continue reading