Postpartum Hair Loss

Memiliki anak benar-benar akan mengubah hidup seorang perempuan. Hari-hari terasa lebih bermakna dan penuh warna. Hati kita selalu terasa hangat setiap kali melihat bayi kita tidur lelap atau tersenyum dalam tidurnya. Prioritas hidup kita jadi bergeser, dan malaikat kecil itu menjadi faktor dominan dalam segala keputusan atau tindakan yang kita ambil. Ya, segalanya berubah.

Termasuk kondisi fisik si ibu baru. Spesifiknya lagi, masalah rambut.

Jadi ini pengalaman yang saya dapatkan saat baby Attar berusia tiga bulan. Tiba-tiba saya menyadari bahwa rambut saya rontok jauh lebih banyak dari biasanya, apalagi jika dibandingkan ketika saya masih hamil. Sebelumnya, hanya ada 1-2 lembar rambut yang jatuh jika saya menyisir. But after delivery, handfuls of hair coming out every time I wash my hair! Yaiks!

Shock? Udah pasti dong! I thought I was going to be bald, Mommies! Gimana nggak, di setiap sudut rumah pasti ada rambut saya. Di lantai, di bantal, di kamar mandi, di dapur, bahkan di tangan Attar juga ada rambut saya nyempil. Saya sampai takut nyisir dan sempat terpikir untuk mogok keramas sementara (err.. nggak ding, hehe!).

Untungnya, saya nggak sendirian. Menurut data dari http://www.sheknows.com, sekitar 40-50% ibu mengalami kerontokan rambut paska persalinan. Dalam istilah medis disebut postpartum hair loss, biasanya mulai muncul 12 minggu setelah persalinan. Kenapa ini bisa terjadi?

Pada kondisi normal, dalam satu siklus pertumbuhan, sebanyak 85-95% rambut kita mengalami fase tumbuh (growing period) sementara 5-15% lainnya mengalami fase istirahat (resting period). Rambut yang beristirahat ini akan rontok (paling sering saat kita keramas) untuk digantikan dengan rambut baru. Saat hamil, meningkatnya level hormon estrogen membuat siklus pertumbuhan rambut berubah. Rambut kita berada dalam fase istirahat untuk waktu yang lebih lama. Itulah sebabnya, saat hamil rambut kita jarang rontok. Bumil pun mendapati rambutnya terasa lebih kuat, sehat, dan indah. Para perempuan menjadi sangat bangga akan kondisi rambutnya yang terbilang prima saat hamil. Panjang indah tergerai, sampai-sampai berniat untuk mendaftarkan diri jadi bintang iklan shampo.

Nah, laluuuu.. usai melahirkan, kadar hormon estrogen balik ke normal, dan bikin siklus pertumbuhan rambut juga balik ke sedia kala. Efeknya, rambut-rambut yang tadinya beristirahat selama kita hamil, pada rontok berjamaah deh. Kalau perempuan normal mengalami kerontokan rambut sebanyak 100-125 helai sehari, para emak yang baru melahirkan bisa kehilangan 500 helai rambutnya dalam 24 jam! Ahiks!

Beneran bakalan botak dong kita?

Syukurnya nggak, Mommies. Kata pakar rambut Rudy Hadisuwarno, postpartum hair loss syndrom umumnya akan berakhir saat bayi berusia 6-12 bulan. Ditandai dengan tumbuhnya anak-anak rambut yang menjengat-jengat di kepala kita, berdiri tegak di tengah keramaian. Bener juga sih. Saat Attar memasuki usia 6 bulan, rambut saya yang rontok mulai berkurang jumlahnya. Masih rontok sih, tapi seenggaknya nggak bikin pingsan kayak dulu. So ladies, yakinlah apa yang dikatakan Rudy!

Lalu apa yang bisa dilakukan dalam menghadapi kerontokan rambut ini? Not much, other than to be patient. Yap, silakan salahkan hormon deh, tapi beneran kita nggak bisa berbuat banyak selain sabar menanti sambil banyak sedekah biar Allah bermurah hati dan membuat rambut kita kembali normal sebelum si baby ultah yang pertama.

Hal terbaik yang mungkin bisa kita lakukan untuk mengakali (bukan mengatasi) postpartum hair loss adalah trik styling rambut dan perawatan yang baik. Hindari styling rambut berlebihan, nggak usah dikeriting papan terus dicat biru terang kayak Katy Perry deh Mommies, bakal memperparah rontoknya rambut tuh. Lagian udah emak-emak juga masa kelakuan masih kayak ABG labil? Hehe.

Terus, hindari gaya penataan rambut yang pake iket-iket kenceng, seperti iket kuda, cepol, atau bahkan sanggulan (mau kemane, bu Broto? ;p). Kalau perawatan di salon, nggak usah creambath dulu ya. Kalo kita di-creambath kan suka di-massage tuh kepalanya, nah itu bisa bikin rambut makin rontok. Mending pilih hair mask aja. Rambut cuman diolesin masker terus didiemin sampai nutrisi yang ada pada masker meresap ke kulit kepala.

Bagi yang rambutnya panjang, relakan dulu mahkota indahmu dipangkas ya, nak! Kuatkan hati untuk berpisah dengan rambut panjang dan indah itu untuk sementara. Toh nanti kan bakal tumbuh lagi (meski nungguin rambut sepanjang itu butuh waktu bertahun-tahun, huhuu..). Jangan lupa pilih produk shampo dan conditioner yang khusus untuk rambut rontok. Terus kalo udah keramas sebaiknya rambut dibiarkan kering sendiri, nggak usah dibungkus handuk apalagi disembur hair dryer. Kalau udah kering, baru deh disisir.

Perawatan premium bisa dilakukan dengan berkonsultasi dengan pakar rambut terlebih dahulu. Ada treatmen transplantasi rambut, ada juga yang pake disemprot sinar laser. Kalau ada dana berlebih, ya monggo dijabanin itu perawatannya. Bagus juga kalau saya diajak perawatan terus Anda bayarin, hehe.

Perlu diingat, seperti tertulis di http://www.babycenter.com, rambut kita usai persalinan nggak akan sama lagi dengan sebelumnya. Bisa lebih kering, lebih berminyak, jadi bergelombang, atau malah jadi lurus. Itu karena perubahan hormon itu tadi.

Kalau buat saya, sebodo lah rambut mau berubah bentuknya, yang penting numbuh lagi dan nggak jadi botak. Soalnya, dari saya bayi, saya tuh cuman dikasih rambut seiprit sama Allah. Itu aja udah mengalami kerontokan ringan karena saya jilbaban (masalah umum perempuan berkerudung). Eh ditambah pula rontok parah abis melahirkan. Kalau nggak numbuh-numbuh lagi, trus rambut saya abis dong? Lalu apa yang tersisa untuk kepala saya?

Hmm.. saya jadi curiga, jangan-jangan rambut saya emang udah abis, dan yang di ada kepala saya itu bukan rambut, tapi serabut otak yang mencelat keluar *stresnya kumat*.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s