Liburan Musim Panas: Sydney (1)

imag2506

Siap ngebolang ke Sydney dan Canberra

Faktor fundamental yang menyebabkan terjadinya perjalanan Ummi dan Attar ke Sydney (dan juga Canberra) sesungguhnya adalah kesumpekan otak Ummi melewati semester kedua kuliah di Monash University. Faktor yang tak kalah penting adalah keinginan Ummi untuk membayar kebaikan, kesabaran, serta ketabahan Attar menghadapi Ummi yang menjelma preman perempatan selama satu semester kemarin. Sungguh semester yang melelahkan dan menguras emosi, memang. Ummi jadi sensitif dan sangat mudah naik darah, kayak abege yang PMS terus nggak brenti-brenti. Maka, setelah menghadapi emak yang setengah sinting selama hampir enam bulan, rasanya Attar jauh lebih berhak mendapat liburan ketimbang Ummi, haha. Faktor berikutnya adalah kekurangajaran para penyedia jasa perjalanan di akhir tahun. Dengan sengaja mereka menebar diskon dan promo tiket di mana-mana, oh terkutuklah mereka. Akibatnya, Ummi yang lemah iman ini pun langsung tergoda. Memanfaatkan promo tiket Jetstar rute Melbourne-Sydney yang hanya sebesar AUD49, Ummi pesanlah tiket perjalanan berdua. Lalu, dengan izin Allah SWT dan tentu saja restu Ayah Iwan nun di Jogja, pergilah ibu dan anak ini ngebolang ke negara bagian tetangga.

img-20161217-wa0054

Hari pertama di Sydney, hangout dulu sama kerabat yang tinggal di Sydney.

Secara singkat, itinerary liburan kali ini bersifat “Attar-minded”. Tujuan-tujuan wisata yang dikunjungi adalah yang bisa bikin Attar senang dan terhibur. Ummi mengalah nggak bisa merasakan sensasi beli ikan dan makan seafood segar di Sydney Fish Market, foto-foto di University of Sydney yang mirip-mirip ama Hogwarts, ngopi cantik di The Rocks laneway, atau cuci mata di Queen Victoria Building Mall macam sosialita. Nggak mungkin aja Ummi ke tempat-tempat itu dengan seorang diri bawa Attar. Kalau ke sana hanya untuk nongkrong dan futu-futu, ya jelas cranky-lah bocahnya. Lagian nggak bisa juga foto-foto cakep, lha nggak ada yang motoin, haha! Udah bawa tongsis sih, tapi si Ummi males pakenya. Kudu ngeluarin dulu dari tas, pasang di hape, atur pose, ah kelamaan dan ribet.

Kami berangkat tanggal 17 Desember dari Melbourne Avalon Airport pake pesawat Jetstar pukul 15.45. Tiba di Sydney sekitar pukul 17.15. Ummi pake paket standar aja di pesawat, nggak beli bagasi dan makanan. Toh perjalanan pendek nggak perlu bawa baju selemari. Dua koper kabin kecil cukup buat kami berdua. Attar juga udah diempanin macem-macem ama Ummi sebelum berangkat, jadi nggak rewel minta cemilan lagi di atas pesawat.

sealife-n-wildlife

“Attar, fotonya sambil senyum dong!” dijawab: “And why do I have to do that?” -_- Atas: Manly Sealife Sanctuary. Bawah: Wildlife Sydney Zoo.

Ada sekitar sebelas tujuan wisata yang dikunjungi selama tiga malam di Sydney (sampai tanggal 20 Desember). Banyak ya boooo, haha! Ambisius sekali memang! Capek jelas, tapi Attar tampak puas. Dari sebelas itu, dua di antaranya tidak terencana, alias mampir sambil lewat aja. Sementara itu, ada satu tujuan yang gagal dikunjungi yaitu Paddy’s Market alias pasar oleh-oleh. Gara-garanya, Ummi lupa kalau Paddy’s itu bukanya cuman Rabu ampe Minggu. Nah, kami di Sydney dari Sabtu-Selasa, cuman hari Sabtu itu baru sampe sore, dan Minggunya udah diagendakan buat yang lain. Nggak jadi deh belanja oleh-oleh di Paddy’s. Anyway, jadi sebenarnya destinasi kami di itinerary awal mah “cuma” sepuluh, hihihi. Okays. Tujuan wisata utama adalah yang termasuk di dalam Merlin Annual Pass. Jadi, Merlin Annual Pass ini adalah tiket gelondongan untuk masuk ke 11 destinasi wisata keluarga di Australia dan New Zealand, berlaku selama satu tahun. Annual pass untuk dewasa adalah sebesar AUD85, sementara tariff untuk anak-anak (hingga usia 16 tahun) adalah AUD60. Merlin Annual Pass bisa dibeli secara online dan tiketnya diambil di Sydney. Kalau udah punya annual pass ini, kita bisa seliweran mondar-mandir masuk 11 tujuan wisata di Australia dan NZ tadi tanpa bayar lagi.

madame-tussauds

Madame Tussauds Museum. Foto Ummi yang sama Leonardo Dicaprio gak usah dipublikasikan, ya. Bisa menimbulkan fitnah :p

Di New South Wales (NSW), tujuan wisata yang termasuk di dalam Merlin Annual Pass ada enam, yaitu Sydney Sea Life, Madame Tussauds Museum, Wild Life Sydney Zoo, Manly Sea Sanctuary, Sydney Tower Eye, dan Illawara Fly Treetop Adventures. Tiga yang Ummi sebut pertama berada di satu kawasan, di Darling Harbour Sydney. Tempatnya samping-sampingan ajah. Ummi sama Attar nggak ke Sydney Sea Life, tapi memilih ke Manly Sea Sanctuary aja biar Attar dapat pengalaman nyebrang dari Circular Quay Sydney ke Manly pake ferry dan bisa sekalian main di Manly Beach. Kami juga nggak ke Illawara karena jauh, susah dicapai pake public transport. Oya, sebenarnya ada tiket yang buat ngunjungin destinasi yang ada di Sydney dan Manly saja (minus Illawara Treetop), harganya lebih murah (tiket dewasa AUD70). Cuman, Ummi memutuskan untuk beli yang annual pass sekalian dengan harapan dalam setahun ini ada kesempatan lagi buat jalan-jalan ke Queensland dan New Zealand biar annual pass-nya kepake, ahahahah! Modus siah, Mi! :p

maritime

Lagi-lagi muka males difoto. Atas: di depan Maritime Museum. Kanan: mau masuk ke kapal selam HMAS Onslow. Kiri atas: Nemu “harta karun” di Voyage to The Sea. Kiri bawah: foto sama meriam kapal HMAS Vampire.

So, udah empat destinasi yah. Berikutnya adalah Australian National Maritime Museum. Sebagaimana namanya, tempat ini memajang segala sesuatu tentang kemaritiman. Ada replika kapal penumpang tahun 1937, ada lampu mercusuar yang dipake tahun 1970-an, ada ulasan tentang wanita pertama yang keliling dunia pake kapal layar (beserta kapal yang dia pake), ada perlengkapan selam dari masa ke masa, dan sebagainya. Bagian yang paling bikin Attar gembira-ria adalah Voyage to The Sea, arena bermain dan activity berbentuk kapal selam lengkap dengan dekorasi macam di bawah laut. Bagian dalam “kapal selam”-nya seru dan cukup interaktif. Attar bisa main pura-puranya nyetir kapal selam, ngintip lewat periskop, pake baju penyelam, dan lain-lain. Puas main di situ, Ummi dan Attar masuk ke kapal selam beneran. Kapal selam Australia ini namanya HMAS Onslow, bertugas saat Perang Dingin dan pensiun tahun 1999. Selain kapal selam, Attar juga masuk ke kapal perang Australia jenis destroyer namanya HMAS Vampire yang bertugas dari tahun 1959 sampai 1986. Bagian dalam kedua kapal ini sempit banget, Attar yang nggak bisa diem itu beberapa kali kejedug perut dan kepalanya, dan menangis beberapa kali. Ya siapa suruh nggak bisa anteng -_- Anyway, masuk museum ini kalau cuman lihat galerinya aja sih gratis, tapi untuk bisa mengakses Voyage to The Sea dan kedua kapal beneran, kita harus bayar AUD18 (harga mahasiswa) dan AUD18 untuk anak.

powerhouse

Akhirnyaaa dapat juga foto cowok ganteng di Powerhouse Museum, walaupun fotonya nyempil di pojok kiri itu, hehe.

Destinasi asik berikutnya adalah Powerhouse Museum. Ini keren sangat, Ummi suka banget tempatnya. Isinya segala hal tentang sains, teknologi, dan seni terapan. Ada pajangan lokomotif uap, bagian dari kereta api pertama NSW yang beroperasi tahun 1885. Ada wahana Ecologic yang bertujuan meningkatkan kesadaran kita akan lingkungan, ada galeri seni rupa/instalasi, ada juga wahana sains namanya Experimentation. Di wahana ini kita bisa menjawab pertanyaan tentang kehidupan sehari-hari dengan cara yang amat interaktif. Attar menghabiskan waktu lama syekali di sini. Terus ada replika robot yang bertugas di Mars juga. Beruntung jadwal kunjungan kami ke sana pas ama jadwal pertunjukan robot Mars-nya. Mbak-mbak yang mengoperasikan robotnya pakai remote control sabar banget menjawab pertanyaan anak-anak (dan orang dewasa) yang nonton. Tiket masuk ke Powerhouse Museum adalah AUD8 bagi mahasiswa internasional macam Ummi dan gretongsss buat anak-anak hingga usia 16 tahun.

imag2932

Ngintip planet Venus, dibimbing sama guide yang lucu banget namanya Tony.

Terus, karena akhir-akhir ini Attar lagi seneng sama tema astronomi (sampai minta dicarikan informasi sekolah astronot di Melbourne, hehe), Ummi ajaklah dia ke Sydney Observatory, singkatnya ini semacam Bosscha di Lembang gitu lah. Ummi dan Attar beli tiket Family Twilight Tours yang berlangsung dari pukul 18.15 sampe 19.45. Tiketnya AUD18 untuk Ummi (harga mahasiswa) dan AUD16 untuk Attar. Di Family Twilight Tour, sebelum ngintip langit pake teropong bintang, ada semacam activity dulu untuk dimainkan oleh seluruh keluarga. Kali ini kami belajar tentang cara kerja roket, praktikumnya cuman pake botol minuman, air dari selang, dan pompa. Abis itu, ada talk dulu di The Dome, ruangan kecil dengan langit-langit cekung yang di-setting menyerupai suasana langit. Terus baru deh ngintip pake teleskop. Karena sedang musim panas, pukul 19.15 pun langit masih terang. Jadi bintang-bintangnya kurang kelihatan, hanya bisa melihat bias sinar matahari, batas horizon, sama planet Venus. Akan lebih oke kalau ke sini pada saat musim gugur atau musim dingin, saat siang lebih pendek dan langit lebih cepat menggelap.

creampuff

Penampakan Emperor’s creampuff. Biasanya antrinya ampe pegel, kemaren karena masih pagi, Ummi antrinya cuman sebentar.

Destinasi lainnya, adalah tempat yang Ummi bisa nikmati, yaitu Chinatown. Eh ada juga ding destinasi lain yang rada “Ummi banget”, yaitu Madame Tussauds Museum. Di situ Ummi kecentilan foto mepet-mepet ama Johnny Depp, Leonardo Dicaprio, dan Ryan Gosling :-* maap ya Ayah, Ummi foto-foto sama laki-laki yang bukan mahram, hahahah. Ngapain di Chinatown, Mi? Selain menikmati musik dari kecapi Cina dan biola yang dimainkan sama pengamen di pintu masuk Chinatown, Ummi juga ke sana demi mengejar sekotak Emperor’s Garden creampuff. Semacam kue bunder berbentuk bola rada pipih, empuk dan lembut banget dengan krim custard yang meleleh di tengahnya. Freshly baked and served hot. Itu kue bikin Ummi jatuh cinta sejak pertama kali nyicip tahun 2008, jamannya Ummi ikut pertukaran pemuda ke Sydney. Endeus, Mah! Rasanya nggak berubah, huhuhu. Beli AUD5 dapat 18 biji creampuff. Enaaakk, puaaass ,dan Attar pun sukak!

opera

Finally, Sydney Opera House dan Harbour Bridge. Mission accomplished dan kaki gempor jalan melulu 😀

Tujuan wisata yang paling ikonik di Sydney kami sambangi di hari terakhir karena nyari cuaca cerah (biar fotonya keren, haha) yaitu … Sydney Opera House! Orang bilang, kamu belum ke Australia kalo belum ke Sydney Opera House, haha! Di sini ngapain? Foto-foto aja sih sama nongki-nongki. Dan sesuai dugaan, Attarnya cranky dongsss. Diajakin foto cemberut aja sambil ngomel kok foto lagi foto lagi. Setelah disogok pake es krim baru deh senyum manis.

Dua destinasi yang bersifat dadakan adalah, pertama, Darling Quarter Children’s Playground alias tempat main anak-anak. Seperti negara bagian lain di Australia, di Sydney juga banyak public space yang menyediakan taman bermain anak-anak gratisan. Kami mampir ke sini dalam perjalanan mau ke Darling Harbour. Kedua, Hyde Park yang berlatarkan St Mary’s Cathedral. Kami mlipir sini waktu jalan menuju Sydney Tower Eye dari halte bus deket Sheraton Hotel. Cuman bentar-bentar aja di sini, leyeh-leyeh ama foto-foto.

imag2850

Hyde Park dan St Mary’s Cathedral. Pose meneropong itu adalah trik Attar untuk menghalau silau tapi tetap gaya saat difoto :p

~bersambung~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s