Mendaftarkan Anak ke SD di Victoria

Kali ini Ummi mau cerita soal pengalaman mendaftarkan Attar sekolah di SD (primary school) di negara bagian Victoria, Australia. Sedikit pengantar dulu, untuk masuk sekolah negeri di Victoria anak harus berusia 5 tahun (per 30 April tahun berjalan) dan memulainya di kelas Preparation/Foundation (biasa disebut Prep Class). Kalau sudah 6 tahun, anak wajib masuk Kelas 1 dan seterusnya sampai Kelas 6. Jadi, Attar yang berusia 5 tahun bulan Agustus 2016 lalu resmi masuk ke Prep Class per semester 1, Februari 2017 kemarin.

Proses pendaftaran Attar ke sekolah sudah dimulai akhir bulan November 2016. Ummi memulainya dengan mengunjungi sekolah yang diinginkan (Clayton North Primary School/CNPS). Kebetulan waktu itu ada open day di sekolah tersebut, semacam perkenalan aja tentang CNPS bagi calon orangtua siswa plus ada tur singkat mengelilingi sekolah. Saat open day itu Ummi menanyakan prosedur pendaftaran siswa baru. Ternyata, mekanisme pendaftarannya bergantung pada visa si anak. Jadi, Attar berangkat ke Australia di awal tahun lalu sebagai dependant alias tanggungan Ummi, seorang mahasiswa master by coursework. Jenis subkelas visanya adalah 573 saat itu. Kalau dengan kebijakan imigrasi Australia saat ini – yang menetapkan subkelas visa untuk mahasiswa semua sama: 500 – mahasiswa Master by Coursework termasuk dalam subkelas 500 Student – Higher Education Sector (disingkat 5HE).

Dengan jenis subkelas visa 5HE, Attar masuk kategori international student. Anak-anak yang menjadi tanggungan orangtua di bawah visa Student Non-Award alias mahasiswa internasional yang kuliah dengan biaya sendiri (575 atau sekarang 500 Student – Non Award/5NA), Temporary Work/Short Stay (400), Working Holiday (417), dan Business (456) juga masuk kategori yang sama. Oleh karena itu, pendaftaran dilakukan dengan menghubungi Department of Education and Training (DET) bagian International Program. DET ini semacam dinas pendidikan tingkat provinsi gitu deh.

Proses pendaftaran akan berbeda jika anak adalah tanggungan dari mahasiswa riset (Phd atau Master by Research) yang berada di subkelas visa 574 atau sekarang 500 Student – Masters and Doctorate (5MD) atau mahasiswa riset maupun coursework yang kuliah dengan beasiswa dari pemerintah Australia (500 – Student AusAID and Defence/5AD). Dengan visa ini, orangtua melakukan pendaftaran langsung di sekolah yang dituju, sama seperti local student. Orangtua akan langsung mengisi formulir pendaftaran dan menyediakan dokumen yang diperlukan (paspor, visa, dan rekam imunisasi – asli dan fotokopi), udah beres. Biayanya berapa? Nanti kita bahas, ya. Sabar, Buuu … hehehe.

Nah, bagaimana proses pendaftaran sekolah anak melalui DET?

  1. Kunjungi situs pendaftarannya.

Di halaman depan situs ini, kita diminta memilih apakah mendaftar sebagai Agent Applicant atau Direct Applicant. Karena tidak menggunakan jasa agen (seperti IDP, Edlink, dan semacamnya), Ummi memilih Direct Applicant. Setelah itu kita diminta registrasi akun dengan memasukkan alamat e-mail dan password, lalu log in, kemudian dikasih pilihan lagi. Apakah anak yang didaftarkan merupakan Standard International Student, Dependant International Students, Temporary International Students, atau Study Abroad Students (penjelasannya silakan lihat di situsnya langsung, ya). Ummi memilih yang kedua: Dependant International Students. Dari situ Ummi diminta mengisi formulir pendaftaran. Data yang harus diberikan lumayan banyak, dari biodata anak dan orangtua, informasi tempat tinggal di Victoria, informasi kesehatan anak dan asuransi, de el el. Abis itu kita harus mengunggah beberapa dokumen sesuai petunjuk. Lalu klik Submit, udah deh. Kalau jaringan internet oke dan semua dokumen sudah ada sih nggak sampai sejam prosesnya. Sebuah e-mail konfirmasi pendaftaran akan dikirimkan ke alamat e-mail yang kita masukkan ketika registrasi. Selain itu, kita juga bisa mengecek status pendaftaran anak melalui situs yang sama dengan log in terlebih dahulu.

  1. Mendapat Letter of Offer

Usai proses pendaftaran, kita akan menerima e-mail dari pihak DET via e-mail yang mengabarkan bahwa pendaftaran telah diterima. Akan ada satu petugas yang ditunjuk sebagai Case Officer. Dialah yang nanti akan mengabarkan kalau pendaftaran kita sudah diperiksa dan memenuhi syarat. Dia juga orang yang kita hubungi jika ada sesuatu yang ingin kita tanyakan mengenai pendaftaran anak. Case Officer akan mengirimkan Letter of Offer beserta invoice berisi besaran biaya semesteran (tuition fee) dan biaya pendaftaran. Berapa biayanya, Mi? Bentaaar, sabar ih! :p Di Letter of Offer, akan tertera informasi singkat pendaftaran anak, biayanya, serta perjanjian tertulis mengenai pembiayaan, validitas informasi yang kita berikan, serta berbagai syarat dan ketentuan. Jika kita menerima offer tersebut, maka kita harus menandatangani surat perjanjian dan melakukan pembayaran. Surat perjanjian yang telah ditandatangani dikirimkan kembali ke DET melalui Case Officer, disertai konfirmasi kalau kita sudah bayar. Kedua hal ini dilakukan dalam kurun waktu yang telah ditentukan oleh DET. Jika tidak dapat melakukannya selama kurun waktu tersebut, maka kita dianggap tidak menerima offer dan pendaftaran anak akan dibatalkan secara otomatis.

  1. Mengisi formulir pendaftaran ke sekolah

Tidak lama berselang dari datangnya Letter of Offer, pihak sekolah yang kita tuju akan mengirimkan satu set lagi formulir yang harus diisi. Mirip-mirip aja sih informasi yang dibutuhkan. Ummi kemarin mengembalikan formulir dan dokumennya langsung ke sekolahan. Deket ini sama rumah, ketimbang harus memindai dokumen terus kirim-kirim lagi lewat e-mail.

  1. Mendapatkan Confirmation of Placement Letter

Setelah pembayaran dan perjanjian yang ditandatangani telah diterima, kita akan kembali mendapatkan surat konfirmasi dari DET. Isinya menerangkan bahwa anak sudah resmi diterima di sekolah yang dituju. Udah, resmi deh jadi anak SD di Victoria.

Pada saat melakukan pendaftaran ke DET, di dalam formulir kita diminta mengisi pilihan sekolah. Bingung menentukan mana saja sekolah yang bagus buat anak? Tidak perlu. Sekolah negeri di Victoria kualitasnya sama aja karena mereka diwajibkan menerapkan satu standar yang sama sak-Victoria. Selain itu, Victoria menetapkan sistem rayon untuk sekolah negeri. Pilihan sekolah dilakukan berdasarkan letak domisili. Kalau rumah kita di lokasi A dan mau mendaftarkan anak ke sekolah negeri di lokasi J, malah akan dipertanyakan dan kita harus menyertakan alasan kuat mengapa memilih sekolah yang jauh. Tapi ini hanya berlaku untuk sekolah negeri. Kalau sekolah swasta mah suka-suka ngana pilih di lokasi mana, hehe.

imag4037_1

Sepaket informasi yang dibagikan ke orangtua saat open day di CNPS

Pilihan pertama Ummi adalah CNPS karena tinggal 10 menit jalan kaki dari rumah. Pilihan kedua dan ketiga Ummi adalah Aimsleigh Park dan Pinewood Primary School, keduanya rada jauh sih dari rumah. Selain karena faktor lokasi, Ummi lebih senang Attar masuk ke CNPS karena sekolah ini multikultural sekali. CNPS ini lokasinya dekat banget sama Monash University kampus Clayton jadi murid-murid di sana umumnya murid internasional, a.k.a anak-anaknya mahasiswa internasional di Monash Uni hehe. Karena multikultural, CNPS sudah akrab dengan kebutuhan spesifik siswa-siswanya termasuk yang Muslim. Misal nih, murid laki-laki diberikan waktu untuk melaksanakan shalat Jumat. Selain itu, makanan halal juga mudah ditemukan saat ada acara di sekolahan. Sudah begitu, CNPS juga punya program pelajaran Agama Islam – yang juarang sekali ditemukan di sekolah negeri lainnya. Namun ada juga orangtua lain yang ingin memasukkan anaknya ke sekolah yang banyak orang Australianya supaya mendapatkan pengalaman budaya Australia yang lebih dalam, termasuk aksen bahasa Inggris yang unik khas Negeri Kangguru ini. Jadi, soal pilihan mah terserah masing-masing, yah 🙂

Nah sekarang bagian yang paling ditunggu-tunggu: biaya sekolah, ahehe. Informasi pertama yang dapat saya beritahukan adalah: mahal! Ahahah *ketawa getir sambil ngelap keringet.

Sesuai informasi dari DET Victoria, biaya sekolah (tuition fee) untuk anak dari mahasiswa internasional adalah sebesar AUD8,856 per tahun untuk Kelas Prep sampai Kelas 6. Jadi berapa, Mah? Yak, sekitar hampir 90 juta rupiah per tahun. Ayo, sini-sini Mah kita nangis berjamaah T_T

Akan tetafiiiii… (pake ‘f’ biar mantaf) terdapat kebijakan fee exemption alias gretong biaya sekolah bagi anak-anak yang memiliki subkelas visa 5MD (riset doctoral atau master) dan 5AD (beasiswa pemerintah Australia). Orangtua dengan subkelas visa ini, seperti Ummi bilang tadi, mendaftar langsung ke sekolah tanpa dikenai biaya apapun baik pendaftaran maupun tuition fee. Biaya yang wajib dipenuhi hanya school fee yaitu biaya operasional di sekolah (misalnya alat tulis dan excursion alias jalan-jalan), sebesar AUD235 yang ditagihkan per tiga bulan. Oh, sama seragam yang harus dibeli terpisah.

Lalu bagaimana dengan mahasiswa non riset dan beasiswanya bukan dari pemerintah Australia? Macam Ummi ini, mahasiswa master by coursework dengan beasiswa dari LPDP RI. Ya bayar, Mah! Jadi kemarin Ummi mendaftarkan Attar sekolah, di invoice tertera biaya pendaftaran sebesar AUD263 dan tuition fee untuk satu semester, alias setengahnya biaya yang di atas ituh. Total biaya yang keluar ya sekitar 46 juta rupiah, hanya untuk satu semester. Masih lagi harus bayar school fee yang AUD235 ituh. Perut Ummi dan Ayah udah singset banget saking kencangnya itu ikat pinggang dipasang. (Informasi lengkap mengenai jenis subkelas visa apa yang mendapat keringanan fee exemption dan tidak, ada di sini)

Akan tetafiiiii (lagi)… karena insya Allah Ayah Attar akan menyusul ke Victoria sebagai mahasiswa riset doktoral dan memegang subkelas visa 5MD, insya Allah tuition fee tersebut akan kembali. Lha kok bisa? Sesuai kebijakan dari DET, kita dapat mengajukan refund atas tuition fee yang telah dibayar dengan beberapa kondisi, salah satunya apabila siswa berganti subkelas visa menjadi subkelas yang memungkinkan tuition fee digratiskan. Maka, apabila proses pendaftaran Ayah S3 ke Monash Uni dapat berjalan lancar dan memperoleh visa 5MD, visa Attar akan dipindah ke subkelas visa dari 5HE ke 5MD sebagai dependant-nya Ayah. Setelah itu kami dapat mengajukan pengembalian biaya semesteran maksimal enam bulan setelah Attar berganti visa. Tapi yang kembali hanya biaya semesteran saja, biaya pendaftarannya diikhlaskanlah, hehe.

Lalu bagaimana pula dengan mahasiswa yang kondisinya tidak seperti Ummi? Orangtuanya memegang visa 5HE atau 5NA dan tidak ada kemungkinan berganti visa? Ummi harus bilang bahwa Mamah-Papah memang harus menyiapkan dana sebesar itu jika sudah mantap memutuskan mengajak anak dan mereka sekolah di sini. Mau nggak mau, Mah, Pah. Namun engkau tidak sendiri, banyak yang menghadapi situasi serupa dan masih bisa hidup dengan layak dan anaknya bisa sekolah. Karena begini, pertama, jika dana sebesar itu kita niatkan untuk pendidikan anak, insya Allah tidak terasa berat dan Allah pun meridhainya, menghitungnya sebagai pemberat amal kita kelak di akhirat. Kedua, untuk semester kedua dan seterusnya, pembayaran tuition fee dapat dicicil sampai tiga kali, jadi lumayan meringankan. Ketiga, apabila salah satu orangtua si anak bisa mendapat pekerjaan selama di Victoria, insya Allah dana itu terbayar kembali kok. Lha wong temen Ummi kerja penuh waktu di pabrik cokelat bisa bawa AUD3000-4200 kok sebulan, hohoho. Bayangin aja duit semesteran anak bisa didapat hanya dengan sebulan bekerja.

Jadi demikianlah Mah, Pah, pengalaman Ummi Attar mendaftarkan anak ke SD d Victoria. Bagi yang belum masuk SD, bisa baca juga cara mendaftarkan anak ke preschool yang Ummi sudah tulis beberapa waktu lalu. Semangat ya, insya Allah tidak menyesal memasukkan anak sekolah di Victoria. Sejauh ini, berdasarkan pengamatan Ummi, sistem pendidikan sekolah negeri di Victoria terbilang ramah anak dan manusiawi – walaupun tentu pelajaran agama tidak ada dalam kurikulum wajib, hehe. Hasil pengamatan Ummi tentang pendidikan anak usia dini baik di Indonesia maupun di Australia nanti akan Ummi tulis kemudian, tunggu ya! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s