Tentang Newmom911

Tak pernah terbayangkan oleh saya bagaimana rasanya menjadi ibu yang sebenar-benarnya. Betul, saya hidup dikelilingi oleh para ibu: ibu saya sendiri, kakak saya, tante-tante saya, juga para sepupu yang telah lebih dulu menjadi ibu. Saya dapat mengamati cara mereka menjalani kehidupan mengasuh anak. Beberapa dari mereka saya jadikan role model dan saya bisa membayangkan: “Ya kira-kira seperti itulah rasanya menjadi ibu”.

Ternyata menjadi ibu tak bisa dikira-kira. Kita harus mengalaminya sendiri.

Saat saya hamil anak pertama, saya mencoba untuk memintarkan dan memantaskan diri untuk menjadi ibu dan mengasuh anak saya kelak. Saya membaca banyak referensi soal perawatan maupun pengasuhan anak. Saya juga mencoba introspeksi diri, mana sisi negatif yang ingin saya hapus dari kepribadian saya, agar saya bisa menjadi teladan positif bagi anak saya. Saya menyerap banyak sharing pengalaman dari para ibu muda lainnya, lalu mulai membayangkan kira-kira saya mau jadi ibu yang seperti apa kelak.

Namun sekali lagi, menjadi ibu tak bisa dikira-kira. Kita harus benar-benar menjadi ibu dulu, baru bisa merasakan semua yang pernah kita bayangkan. Sebab, tak ada yang bisa mengajari kita untuk menjadi ibu selain diri kita, pengalaman, serta anak kita sendiri. Tak ada yang bisa memberi gambaran secara tepat dan akurat mengenai seperti apa rasanya menjadi ibu. Sampai kita mengalaminya sendiri.

Blog ini dipersembahkan dengan semangat itu. Ada banyak cerita dan pengalaman menarik yang pasti dialami setiap ibu baru. Ada ketakutan, kekhawatiran, ketidakmengertian, serta rasa tak percaya diri saat menghadapi bayi kecil yang telah kita nanti-nanti.

Setidaknya, itulah yang saya alami. Saya pikir, saya sudah siap lahir batin untuk menjadi seorang ibu. Saya sudah banyak baca, merasa sudah cukup banyak referensi, dan merasa sudah cukup yakin mengenai apa yang harus dilakukan ketika bayi lahir nanti. Nyatanya, saat putra tercinta saya sudah muncul ke dunia, justru saya sering tergagap, kebingungan, dan tidak yakin dengan kemampuan saya untuk menjadi ibunya.

Sebab memanglah, menjadi ibu tak bisa dikira-kira.

Tentu saja, tak ada maksud dari diri saya untuk menggurui ibu-ibu lain saat menulis cerita ini. Apa yang tertuang dalam tulisan-tulisan ini adalah murni keinginan saya untuk berbagi. Saya yakin, ada jutaan ibu muda yang pastinya percaya diri dan yakin mengenai apa yang harus dilakukan sebagai ibu. Tapi, saya juga berpikir bahwa ada pula beberapa ibu di luar sana yang mengalami keresahan dan kebingungan seperti yang saya rasakan. Intinya, melalui blog ini saya hanya ingin bilang, “Mommies, you’re not alone. Ada banyak ibu lain yang juga merasakan hal yang tak jauh berbeda, dan mereka bisa melaluinya dengan baik. Mereka tetap menjadi ibu terbaik bagi anaknya”. Secara pribadi saya ingin para ibu muda tetap rasional dan tak kenal lelah belajar mengenai perawatan dan pengasuhan buah hatinya tercinta. Tidak serta-merta menyerah ketika terbentur mitos atau “aturan lama”.

‘Coz there’s a lot of things they don’t teach you about motherhood. Tak ada yang bisa mengajar Anda untuk menjadi the real Mommy, selain diri Anda sendiri. Tidak pernah ada acara Diklat Dasar Menjadi Ibu, selain dari pengalaman Anda sendiri. Tak ada pula yang bisa menjadi ibu hanya dengan berbekal “katanya …” atau “konon”. Sekalipun para ibu pendahulu kita banyak memberi wejangan mengenai apa itu “motherhood”, Anda hanya bisa benar-benar merasakan suka-duka dan indahnya menjadi ibu, hanya dengan benar-benar “menjadi ibu”. And you’ll enjoy it 🙂

Salam sayang,

Ummi Attar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s