Menjadi Mamasiswa Lagi

– Attar, do you know that I am gonna be a student again … very soon?
+ Yeah, Ayah told me already.

20190305_143810Pertanyaan itu saya lontarkan kepada Attar menjelang akhir tahun lalu, saat kami jalan kaki ke sekolahnya. Kami memang biasa mengobrol di saat-saat seperti ini, ya salah satu bentuk quality time begitulah.

Tahun 2019 ini saya  memang memulai perjalanan baru. Saya menjadi mamasiswa lagi, di jurusan dan universitas yang sama dengan sewaktu saya menyelesaikan Master dulu. Sejak lulus Master bulan Desember 2017 lalu, saya membulatkan tekad untuk menyambung pendidikan Doktor. Saat itu saya melihat ada kesempatan yang terbuka untuk saya untuk melanjutkan sekolah.

Continue reading

Advertisements

Pengalaman Attar Berpuasa di Australia

Ramadan kemarin adalah kali kedua kami menjalankan ibadah puasa di Melbourne, Australia. Secara khusus, ini adalah kali pertama Attar ikut berpuasa sehari penuh. Pada tahun sebelumnya, Attar cuma “berpuasa” di pagi hari. “Sahur”-nya pukul tujuh (saat sarapan), terus buka puasa pukul sebelas (saat snack time di sekolah).

Mengajarkan anak untuk berpuasa saat berada di Australia bisa dibilang cukup menantang. Kalau di Indonesia umumnya sekolah diliburkan selama bulan puasa, di sini semua aktivitas berjalan seperti biasa. Selain itu, dengan umat muslim sebagai mayoritas pemeluk agama di Indonesia, anak-anak nggak merasa berpuasa sendirian. Di mana-mana, banyak orang berpuasa. Bahkan di beberapa daerah di Indonesia, warung makan wajib tutup di siang hari. Anak-anak kecil jadi “tertolong” dengan kondisi ini, nggak banyak cobaan dan godaan buat dia selama dia berpuasa. Beda banget sama di Australia. Di sini, Islam adalah agama minoritas. Nggak ada keistimewaan apapun yang diberikan oleh pemerintah Australia saat Ramadhan datang. Boro-boro warung tutup, sekolah aja tetep jalan dari pukul sembilan pagi sampai setengah empat sore. Terus, mungkin hanya ada 2-3 anak yang berpuasa di satu kelas. Bahkan kalau saya bilang sih, “bau” Ramadan aja hampir nggak kecium di Melbourne.

Continue reading

Bermain dan Belajar di PAUD Australia

Yuhu! Ummi Attar telah kembali!

Kali ini Ummi mau flashback sedikit, mengenang masa-masa ketika Attar masih sekolah di preschool atau kinder, dari Februari hingga Desember 2016. Ummi merasa pengalaman Attar di selama di kinder patut dibagikan karena metode pembelajaran di kinder ini telah membantu Attar mengasah kreativitas dan daya nalarnya. Salah satunya, melalui kegiatan di kinder ini Ummi menemukan minat dan bakat Attar dalam kerajinan tangan alias crafting. Mungkin kisah Attar ini juga dapat menginspirasi orangtua lain atau bunda-yanda pengajar PAUD di Indonesia – siapa tahu ada yang bisa diambil dan diterapkan di sana.

Jadi, kinder tempat Attar menghabiskan setahun pertamanya di Melbourne ini namanya Dover Street Preschool Centre. Kenapa namanya begitu? Ya karena lokasinya ada di Dover Street alias Jalan Dover, hehe. Ketika Attar masih sekolah di sana, ada total empat orang pengajar dengan tugas jaga bergantian. Setiap hari, minimal ada tiga pengajar yang menangani sekitar 12-18 anak. Attar masuk di kelas Kinder 4 alias kelas untuk anak berusia 4-5 tahun. Kelas lain adalah untuk anak usia 3-4 tahun atau Kinder 3. Anak kelas Kinder 4 di Dover Preschool masuk sekolah sebanyak tiga kali seminggu, masing-masing selama 5 jam (pukul 09.00-14.00).

Continue reading

Mendaftarkan Anak ke SD di Victoria

Kali ini Ummi mau cerita soal pengalaman mendaftarkan Attar sekolah di SD (primary school) di negara bagian Victoria, Australia. Sedikit pengantar dulu, untuk masuk sekolah negeri di Victoria anak harus berusia 5 tahun (per 30 April tahun berjalan) dan memulainya di kelas Preparation/Foundation (biasa disebut Prep Class). Kalau sudah 6 tahun, anak wajib masuk Kelas 1 dan seterusnya sampai Kelas 6. Jadi, Attar yang berusia 5 tahun bulan Agustus 2016 lalu resmi masuk ke Prep Class per semester 1, Februari 2017 kemarin.

Proses pendaftaran Attar ke sekolah sudah dimulai akhir bulan November 2016. Ummi memulainya dengan mengunjungi sekolah yang diinginkan (Clayton North Primary School/CNPS). Kebetulan waktu itu ada open day di sekolah tersebut, semacam perkenalan aja tentang CNPS bagi calon orangtua siswa plus ada tur singkat mengelilingi sekolah. Saat open day itu Ummi menanyakan prosedur pendaftaran siswa baru. Ternyata, mekanisme pendaftarannya bergantung pada visa si anak. Jadi, Attar berangkat ke Australia di awal tahun lalu sebagai dependant alias tanggungan Ummi, seorang mahasiswa master by coursework. Jenis subkelas visanya adalah 573 saat itu. Kalau dengan kebijakan imigrasi Australia saat ini – yang menetapkan subkelas visa untuk mahasiswa semua sama: 500 – mahasiswa Master by Coursework termasuk dalam subkelas 500 Student – Higher Education Sector (disingkat 5HE).

Continue reading

Roti tawar homemade ala Ummi

Pertama kali Ummi bikin roti homemade adalah tahun 2015, menggunakan resep roti dengan metode water roux. Adonan diuleni sebisanya (karena Ibunda Ratu ini lemah lembut tak banyak tenaga) dan nekat manggang adonan pakai wajan H*ppy C*ll. Percobaan pertama hasilnya cukup baik. Meski tidak montok dan menul-menul sebagaimana roti yang dipanggang di oven, setidaknya bentuknya beneran roti dan dan bisa dimakan. Waktu itu Ummi bikin roti sobek manis isi cokelat dan keju, rasanya lumayan. Tapi, percobaan kedua dan ketiga hasilnya gagal total. Adonan nggak berhasil ngembang setelah difermentasi tapi (lagi-lagi) Ummi nekat aja manggang walau begitu adanya. Hasilnya adalah “roti” yang alot dan lengket, jauh dari empuk. Semacam roti harga seribuan yang sudah ngendon kelamaan di warung. Sejak itupun Ummi mutung alias ngambek. Emoh lagi bikin roti. Abisnya, udah capek nguleni, nunggu proses fermentasi (proofing)-nya lama, eeeh hasilnya tidak layak makan. Buang-buang bahan aja kan, dan hati ini serasa teriris sembilu jadinya.

Continue reading

Liburan Musim Panas: Sydney (2)

aspire

Metro Aspire Hotel. Kamarnya nyaman dan cukup spacy.

Selama di Sydney, kami menginap di Metro Aspire Hotel di Bulwara Rd. Cuman enam menit jalan kaki ke Paddy’s Market dan tetanggaan banget sama Powerhouse Museum. Hotelnya bagus, bersih, dan amenities-nya lumayan lengkap. Tarifnya AUD109 semalam. Tarif segitu Ummi dapatkan dengan memanfaatkan Insider Deal dari Agoda, ditambah diskon 7% dari Dodo Infinite Rewards. Kebetulan Ummi menggunakan provider internet dari Dodo buat wifi-an di rumah Melbourne, dan sebagai penggunanya Ummi dapat privilege diskon dan promo di berbagai merchant, salah satunya Agoda. Ummi sengaja pilih hotel yang deket sama pusat kota dan bukan backpacker hotel. Soalnya Ummi pengen tempat istirahat yang nyaman untuk kami berdua, dan mudah dicapai jika kami harus pulang rada malam abis jalan-jalan seharian. Buat Ummi sih Aspire Hotel ini recommended banget. Harga segitu di deket pusat kota rasanya termasuk murah, apalagi stafnya knowledgeable dan ramah. Di kamar ada bathtub, jadi setelah capek jalan seharian, Attar maupun Ummi bisa berendam air hangat untuk melepas penat lalu dilanjut bobo dengan nyenyak.

Continue reading

Liburan Musim Panas: Sydney (1)

imag2506

Siap ngebolang ke Sydney dan Canberra

Faktor fundamental yang menyebabkan terjadinya perjalanan Ummi dan Attar ke Sydney (dan juga Canberra) sesungguhnya adalah kesumpekan otak Ummi melewati semester kedua kuliah di Monash University. Faktor yang tak kalah penting adalah keinginan Ummi untuk membayar kebaikan, kesabaran, serta ketabahan Attar menghadapi Ummi yang menjelma preman perempatan selama satu semester kemarin. Sungguh semester yang melelahkan dan menguras emosi, memang. Ummi jadi sensitif dan sangat mudah naik darah, kayak abege yang PMS terus nggak brenti-brenti. Maka, setelah menghadapi emak yang setengah sinting selama hampir enam bulan, rasanya Attar jauh lebih berhak mendapat liburan ketimbang Ummi, haha. Faktor berikutnya adalah kekurangajaran para penyedia jasa perjalanan di akhir tahun. Dengan sengaja mereka menebar diskon dan promo tiket di mana-mana, oh terkutuklah mereka. Akibatnya, Ummi yang lemah iman ini pun langsung tergoda. Memanfaatkan promo tiket Jetstar rute Melbourne-Sydney yang hanya sebesar AUD49, Ummi pesanlah tiket perjalanan berdua. Lalu, dengan izin Allah SWT dan tentu saja restu Ayah Iwan nun di Jogja, pergilah ibu dan anak ini ngebolang ke negara bagian tetangga.

Continue reading