“I’m a big boy, Mi. Stop calling me ‘baby’!”

Sudah sebulan ini Attar masuk sekolah dasar. Usianya baru 5,5 tahun, tapi di Victoria anak usia 5 tahun sudah harus masuk primary school, di level Foundation alias kelas 0. Tahun depan ketika sudah masuk usia 6 tahun ke atas, barulah anak masuk ke kelas 1 alias Grade 1.

Perbedaan yang cukup mencolok terlihat pada Attar akhir-akhir ini. Dia tak hanya memandang dirinya sudah besar. “Sudah kakak SD,” katanya. Lebih dari itu, dia pun mulai bersikap mandiri sebagaimana anak besar. Dari dulu sih dia sudah suka songong bilang “Attar kan, sudah besar!” tapi kadang kalau disuruh melakukan apa-apa sendiri, dia masih suka ngeles: “Baru sedikit besarnya, Mi. Kadang-kadang Attar itu masih kecil jadi Ummi harus bantu Attar,” katanya 😀

Continue reading

Advertisements

Roti tawar homemade ala Ummi

Pertama kali Ummi bikin roti homemade adalah tahun 2015, menggunakan resep roti dengan metode water roux. Adonan diuleni sebisanya (karena Ibunda Ratu ini lemah lembut tak banyak tenaga) dan nekat manggang adonan pakai wajan H*ppy C*ll. Percobaan pertama hasilnya cukup baik. Meski tidak montok dan menul-menul sebagaimana roti yang dipanggang di oven, setidaknya bentuknya beneran roti dan dan bisa dimakan. Waktu itu Ummi bikin roti sobek manis isi cokelat dan keju, rasanya lumayan. Tapi, percobaan kedua dan ketiga hasilnya gagal total. Adonan nggak berhasil ngembang setelah difermentasi tapi (lagi-lagi) Ummi nekat aja manggang walau begitu adanya. Hasilnya adalah “roti” yang alot dan lengket, jauh dari empuk. Semacam roti harga seribuan yang sudah ngendon kelamaan di warung. Sejak itupun Ummi mutung alias ngambek. Emoh lagi bikin roti. Abisnya, udah capek nguleni, nunggu proses fermentasi (proofing)-nya lama, eeeh hasilnya tidak layak makan. Buang-buang bahan aja kan, dan hati ini serasa teriris sembilu jadinya.

Continue reading

Liburan Musim Panas: Sydney (2)

aspire

Metro Aspire Hotel. Kamarnya nyaman dan cukup spacy.

Selama di Sydney, kami menginap di Metro Aspire Hotel di Bulwara Rd. Cuman enam menit jalan kaki ke Paddy’s Market dan tetanggaan banget sama Powerhouse Museum. Hotelnya bagus, bersih, dan amenities-nya lumayan lengkap. Tarifnya AUD109 semalam. Tarif segitu Ummi dapatkan dengan memanfaatkan Insider Deal dari Agoda, ditambah diskon 7% dari Dodo Infinite Rewards. Kebetulan Ummi menggunakan provider internet dari Dodo buat wifi-an di rumah Melbourne, dan sebagai penggunanya Ummi dapat privilege diskon dan promo di berbagai merchant, salah satunya Agoda. Ummi sengaja pilih hotel yang deket sama pusat kota dan bukan backpacker hotel. Soalnya Ummi pengen tempat istirahat yang nyaman untuk kami berdua, dan mudah dicapai jika kami harus pulang rada malam abis jalan-jalan seharian. Buat Ummi sih Aspire Hotel ini recommended banget. Harga segitu di deket pusat kota rasanya termasuk murah, apalagi stafnya knowledgeable dan ramah. Di kamar ada bathtub, jadi setelah capek jalan seharian, Attar maupun Ummi bisa berendam air hangat untuk melepas penat lalu dilanjut bobo dengan nyenyak.

Continue reading

Liburan Musim Panas: Sydney (1)

imag2506

Siap ngebolang ke Sydney dan Canberra

Faktor fundamental yang menyebabkan terjadinya perjalanan Ummi dan Attar ke Sydney (dan juga Canberra) sesungguhnya adalah kesumpekan otak Ummi melewati semester kedua kuliah di Monash University. Faktor yang tak kalah penting adalah keinginan Ummi untuk membayar kebaikan, kesabaran, serta ketabahan Attar menghadapi Ummi yang menjelma preman perempatan selama satu semester kemarin. Sungguh semester yang melelahkan dan menguras emosi, memang. Ummi jadi sensitif dan sangat mudah naik darah, kayak abege yang PMS terus nggak brenti-brenti. Maka, setelah menghadapi emak yang setengah sinting selama hampir enam bulan, rasanya Attar jauh lebih berhak mendapat liburan ketimbang Ummi, haha. Faktor berikutnya adalah kekurangajaran para penyedia jasa perjalanan di akhir tahun. Dengan sengaja mereka menebar diskon dan promo tiket di mana-mana, oh terkutuklah mereka. Akibatnya, Ummi yang lemah iman ini pun langsung tergoda. Memanfaatkan promo tiket Jetstar rute Melbourne-Sydney yang hanya sebesar AUD49, Ummi pesanlah tiket perjalanan berdua. Lalu, dengan izin Allah SWT dan tentu saja restu Ayah Iwan nun di Jogja, pergilah ibu dan anak ini ngebolang ke negara bagian tetangga.

Continue reading

Bye-bye Dover St Preschool!

Kamis lalu (15/12) adalah hari terakhir Attar bersekolah di Dover St Preschool Centre (atau kinder, sebutan singkat untuk institusi PAUD di sini). Sebenarnya, hari terakhir sekolah di tahun ini adalah besok Senin, 19 Desember. Hanya saja, Attar nggak akan bisa datang di hari itu karena Sabtu ini sudah mau nge-trip sama Ummi ke Sydney dan Canberra. Setelah itu, sekolah di Australia akan libur serentak hingga akhir Januari. Bulan Februari sekolah akan dimulai lagi, tapi Attar akan memulai tahun ajaran baru itu sebagai siswa Clayton North Primary School, tidak lagi di Dover. Jadilah, perpisahan dengan Attar dilakukan hari ini.

Continue reading

Telah Terbit! Buku “NewMom 911: Pertolongan Pertama Pada Mama Baru”!

Yaaassssss!!! Finally it’s heeeeereee! Muahahaha!

img_20161018_024423_1

Aduh maaf Umminya Attar ketawanya nggak behave :p Selain karena barusan aja merdeka udah ngelewatin badai tugas yang cukup ganas di semester ini, awal Oktober lalu buku Ummi berjudul “NewMom 911: Pertolongan Pertama Pada Mama Baru” sudah terbit, alhamdulillah. Buku ini adalah buku kedua yang murni Ummi susun sendiri. Selama hampir 10 tahun mengecer jasa tulis dan edit, beberapa buku sebenarnya sudah lahir dari tangan Ummi, cuman kebanyakan sebagai ghostwriter dan editor. Buku pertama Ummi berjudul “100 Resep Sehat Ibu Hamil, Masa Nifas, dan Menyusui“, terbit tahun 2012.

Continue reading

Mendaftarkan Anak ke PAUD di Victoria, Australia

 

Tak terasa sudah hampir setahun sejak pertama kali Ummi menjelajah internet untuk mencari informasi pendaftaran anak ke sekolah di Australia. Waktu itu usia Attar masih 4 tahun lebih sedikit, dan ketika dia tiba di Australia di semester 1 (Februari 2016), usianya sekitar 4,5 tahun. Berdasarkan penjenjangan dalam sistem pendidikan di Australia, usia segitu Attar masuk preschool/kindergarten alias selevel playgroup kalo di Indonesia, pokoknya yang sebelum level TK deh.

Petualangan  mencari preschool untuk Attar dimulai dengan browsing nama-nama preschool yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal. Pemerintah Australia menerapkan semacam sistem rayon begitu deh untuk pemilihan lokasi sekolah bagi anak. Maksudnya, anak akan mendaftar di sekolah-sekolah yang lokasinya sesuai dengan domisili; ini terutama untuk sekolah negeri. Kualitas dan sistem pengajaran setiap sekolah di manapun lokasinya kurang lebih sama saja, nggak ada yang namanya sekolah unggulan or semacamnya. Jadi, orangtua dan anak nggak perlu menempuh jarak jauh hanya untuk datang ke “sekolah favorit”. Nah, waktu itu kami belum memiliki tempat tinggal yang pasti, alias belom dapat akomodasi. Jadi nggak jelas-jelas amat sebenernya alamat kami mau di mana, hehe, dan si Ummi modal nekat aja buat nyariin sekolah buat Attar. Satu hal yang saya tahu pasti, Ummi sama Attar akan tinggal di daerah/suburb yang namanya Clayton, pokoknya deket-deketlah sama kampus Monash Uni Clayton. Sebenarnya lagi, kampus Ummi adalah di Monash Uni (cabang) Caulfield, sekitar 9-10 km dari Clayton. Tapi Ummi memilih untuk tinggal di Clayton karena pemukimannya lebih nyaman, ramah keluarga, dan tentu saja lebih murah. Toh, dari Clayton ke Caulfield bisa ditempuh menggunakan bus kampus Monash gratisan.

Ah, kembali ke urusan sekolah anak ya, oke.

Continue reading