Pengalaman Attar Berpuasa di Australia

Ramadan kemarin adalah kali kedua kami menjalankan ibadah puasa di Melbourne, Australia. Secara khusus, ini adalah kali pertama Attar ikut berpuasa sehari penuh. Pada tahun sebelumnya, Attar cuma “berpuasa” di pagi hari. “Sahur”-nya pukul tujuh (saat sarapan), terus buka puasa pukul sebelas (saat snack time di sekolah).

Mengajarkan anak untuk berpuasa saat berada di Australia bisa dibilang cukup menantang. Kalau di Indonesia umumnya sekolah diliburkan selama bulan puasa, di sini semua aktivitas berjalan seperti biasa. Selain itu, dengan umat muslim sebagai mayoritas pemeluk agama di Indonesia, anak-anak nggak merasa berpuasa sendirian. Di mana-mana, banyak orang berpuasa. Bahkan di beberapa daerah di Indonesia, warung makan wajib tutup di siang hari. Anak-anak kecil jadi “tertolong” dengan kondisi ini, nggak banyak cobaan dan godaan buat dia selama dia berpuasa. Beda banget sama di Australia. Di sini, Islam adalah agama minoritas. Nggak ada keistimewaan apapun yang diberikan oleh pemerintah Australia saat Ramadhan datang. Boro-boro warung tutup, sekolah aja tetep jalan dari pukul sembilan pagi sampai setengah empat sore. Terus, mungkin hanya ada 2-3 anak yang berpuasa di satu kelas. Bahkan kalau saya bilang sih, “bau” Ramadan aja hampir nggak kecium di Melbourne.

Continue reading

Advertisements