Bermain dan Belajar di PAUD Australia

Yuhu! Ummi Attar telah kembali!

Kali ini Ummi mau flashback sedikit, mengenang masa-masa ketika Attar masih sekolah di preschool atau kinder, dari Februari hingga Desember 2016. Ummi merasa pengalaman Attar di selama di kinder patut dibagikan karena metode pembelajaran di kinder ini telah membantu Attar mengasah kreativitas dan daya nalarnya. Salah satunya, melalui kegiatan di kinder ini Ummi menemukan minat dan bakat Attar dalam kerajinan tangan alias crafting. Mungkin kisah Attar ini juga dapat menginspirasi orangtua lain atau bunda-yanda pengajar PAUD di Indonesia – siapa tahu ada yang bisa diambil dan diterapkan di sana.

Jadi, kinder tempat Attar menghabiskan setahun pertamanya di Melbourne ini namanya Dover Street Preschool Centre. Kenapa namanya begitu? Ya karena lokasinya ada di Dover Street alias Jalan Dover, hehe. Ketika Attar masih sekolah di sana, ada total empat orang pengajar dengan tugas jaga bergantian. Setiap hari, minimal ada tiga pengajar yang menangani sekitar 12-18 anak. Attar masuk di kelas Kinder 4 alias kelas untuk anak berusia 4-5 tahun. Kelas lain adalah untuk anak usia 3-4 tahun atau Kinder 3. Anak kelas Kinder 4 di Dover Preschool masuk sekolah sebanyak tiga kali seminggu, masing-masing selama 5 jam (pukul 09.00-14.00).

Continue reading

Advertisements

Mendaftarkan Anak ke PAUD di Victoria, Australia

 

Tak terasa sudah hampir setahun sejak pertama kali Ummi menjelajah internet untuk mencari informasi pendaftaran anak ke sekolah di Australia. Waktu itu usia Attar masih 4 tahun lebih sedikit, dan ketika dia tiba di Australia di semester 1 (Februari 2016), usianya sekitar 4,5 tahun. Berdasarkan penjenjangan dalam sistem pendidikan di Australia, usia segitu Attar masuk preschool/kindergarten alias selevel playgroup kalo di Indonesia, pokoknya yang sebelum level TK deh.

Petualangan  mencari preschool untuk Attar dimulai dengan browsing nama-nama preschool yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal. Pemerintah Australia menerapkan semacam sistem rayon begitu deh untuk pemilihan lokasi sekolah bagi anak. Maksudnya, anak akan mendaftar di sekolah-sekolah yang lokasinya sesuai dengan domisili; ini terutama untuk sekolah negeri. Kualitas dan sistem pengajaran setiap sekolah di manapun lokasinya kurang lebih sama saja, nggak ada yang namanya sekolah unggulan or semacamnya. Jadi, orangtua dan anak nggak perlu menempuh jarak jauh hanya untuk datang ke “sekolah favorit”. Nah, waktu itu kami belum memiliki tempat tinggal yang pasti, alias belom dapat akomodasi. Jadi nggak jelas-jelas amat sebenernya alamat kami mau di mana, hehe, dan si Ummi modal nekat aja buat nyariin sekolah buat Attar. Satu hal yang saya tahu pasti, Ummi sama Attar akan tinggal di daerah/suburb yang namanya Clayton, pokoknya deket-deketlah sama kampus Monash Uni Clayton. Sebenarnya lagi, kampus Ummi adalah di Monash Uni (cabang) Caulfield, sekitar 9-10 km dari Clayton. Tapi Ummi memilih untuk tinggal di Clayton karena pemukimannya lebih nyaman, ramah keluarga, dan tentu saja lebih murah. Toh, dari Clayton ke Caulfield bisa ditempuh menggunakan bus kampus Monash gratisan.

Ah, kembali ke urusan sekolah anak ya, oke.

Continue reading