Liburan Musim Panas: Sydney (2)

aspire

Metro Aspire Hotel. Kamarnya nyaman dan cukup spacy.

Selama di Sydney, kami menginap di Metro Aspire Hotel di Bulwara Rd. Cuman enam menit jalan kaki ke Paddy’s Market dan tetanggaan banget sama Powerhouse Museum. Hotelnya bagus, bersih, dan amenities-nya lumayan lengkap. Tarifnya AUD109 semalam. Tarif segitu Ummi dapatkan dengan memanfaatkan Insider Deal dari Agoda, ditambah diskon 7% dari Dodo Infinite Rewards. Kebetulan Ummi menggunakan provider internet dari Dodo buat wifi-an di rumah Melbourne, dan sebagai penggunanya Ummi dapat privilege diskon dan promo di berbagai merchant, salah satunya Agoda. Ummi sengaja pilih hotel yang deket sama pusat kota dan bukan backpacker hotel. Soalnya Ummi pengen tempat istirahat yang nyaman untuk kami berdua, dan mudah dicapai jika kami harus pulang rada malam abis jalan-jalan seharian. Buat Ummi sih Aspire Hotel ini recommended banget. Harga segitu di deket pusat kota rasanya termasuk murah, apalagi stafnya knowledgeable dan ramah. Di kamar ada bathtub, jadi setelah capek jalan seharian, Attar maupun Ummi bisa berendam air hangat untuk melepas penat lalu dilanjut bobo dengan nyenyak.

Continue reading

Liburan Musim Panas: Sydney (1)

imag2506

Siap ngebolang ke Sydney dan Canberra

Faktor fundamental yang menyebabkan terjadinya perjalanan Ummi dan Attar ke Sydney (dan juga Canberra) sesungguhnya adalah kesumpekan otak Ummi melewati semester kedua kuliah di Monash University. Faktor yang tak kalah penting adalah keinginan Ummi untuk membayar kebaikan, kesabaran, serta ketabahan Attar menghadapi Ummi yang menjelma preman perempatan selama satu semester kemarin. Sungguh semester yang melelahkan dan menguras emosi, memang. Ummi jadi sensitif dan sangat mudah naik darah, kayak abege yang PMS terus nggak brenti-brenti. Maka, setelah menghadapi emak yang setengah sinting selama hampir enam bulan, rasanya Attar jauh lebih berhak mendapat liburan ketimbang Ummi, haha. Faktor berikutnya adalah kekurangajaran para penyedia jasa perjalanan di akhir tahun. Dengan sengaja mereka menebar diskon dan promo tiket di mana-mana, oh terkutuklah mereka. Akibatnya, Ummi yang lemah iman ini pun langsung tergoda. Memanfaatkan promo tiket Jetstar rute Melbourne-Sydney yang hanya sebesar AUD49, Ummi pesanlah tiket perjalanan berdua. Lalu, dengan izin Allah SWT dan tentu saja restu Ayah Iwan nun di Jogja, pergilah ibu dan anak ini ngebolang ke negara bagian tetangga.

Continue reading

A “Walk” to Remember: Traveling Keluar Negeri Bersama Balita (2)

~artikel sebelumnya di sini~

Perjalanan dari Jogja ke Denpasar, lancar jaya. Thanks to Garuda Indonesia Airlines yang naro layar buat nonton pilem dan ngegame di depan kursi. Mainan segambreng yang dibawa di koper pun tidak terjamah. Garuda juga udah biasa ngasih mainan buat anak-anak. Kemarin Attar dapat boneka harimau Sumatera. Koleksi Attar jadi nambah satu, sebelumnya udah punya boneka burung garuda. Sudah begitu, saat kami sudah mendarat dan mau keluar pesawat, Pak Pilot menawari Attar untuk masuk ke kokpit dan poto-poto. Yeay, seneng banget!

Penting memang kalo bepergian dengan anak-anak untuk nyari armada yang ramah ama anak dan ontime, jadi gak makin capek nunggu-nunggu. Tadinya ada rencana untuk nyari penerbangan low-budget biar murah, karena beasiswa LPDP cuman ngebayarin tiket buat awardee aja, keluarga yang ikut nggak dibayarin (walopun kelak di semester kedua, LPDP kasih living allowance buat keluarga, yeay! *goyang dumang*). Jadinya saya dan suami puter otak juga biar Attar bisa ikut terbang tapi biaya tiketnya nggak begitu besar. Tapi setelah dipikir-pikir, ini adalah penerbangan pertama kami berdua keluar negeri, jadi sebisa mungkin nyari yang nyaman buat saya dan Attar, yang pelayanannya profesional dan jelas. Akhirnya pilihan jatuh pada Garuda untuk connecting flight Jogja-Denpasar-Melbourne. Garuda emang direkomendasikan banget sama LPDP, biar duit kita balik lagi ke negara kita, begitu. Kami sendiri udah familiar bepergian pake Garuda di dalam negeri jadi udah kebayang luas kabin dan fasilitas ada saja yang didapat. Pilihan ini rasanya tidak salah karena Attar nyaman berada di kabin, dapet bonus poto-poto di kokpit pula!

Continue reading

A “Walk” to Remember: Traveling Keluar Negeri Bersama Balita (1)

Yap. Hai. Sudah lama sekali sejak postingan terakhir yaaa, hahaha. Sebenernya banyak banget yang pengen ditulis namun tidak ada kemauan haghaghag (blogger abal-abal).

Anyway, here I am. Mulai 13 Februari lalu saya pindah ke Melbourne untuk sekolah, tepatnya di Monash University (Melbourne rada minggir sih itu :p). Saya ambil kuliah S2 di bidang komunikasi dengan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, Kementerian Keuangan RI. Agak telat sih ambil S2 sekarang karena temen-temen seumuran saya udah pada ambil S3. But better late than never ya kan, abisan keinginan untuk belajar dan shaping my future menggunakan ilmu hasil S2 itu baru terbentuk 1.5 tahun terakhir mhehehe. Jangan ditanya kenapa di usia late 20s saya baru menemukan cita-cita yang membentuk nyata. Mamak galau dan geje memang.

Nah, jadi saya berangkat ke Melbourne ini cuman berduaan ama Attar, anak lelaki saya semata wayang. Suami akan menyusul insya Allah di bulan Juli, beliau akan kuliah S3 di universitas yang sama dengan saya. Saat ini beliau masih mempersiapkan S3-nya dan menyelesaikan beberapa kewajiban terkait dengan pekerjaan.

Continue reading